ARTIKEL
Pembuat Gentong & Penjual Daging
Rabu, 08 Juli 2020

PEMBUAT GENTONG
DAN PENJUAL DAGING

Di suatu perkampungan hiduplah dua orang yang berbeda pekerjaannya, yang pertama sebagai pembuat gentong, dan yang lain sebagai penjual daging. Mereka adalah tetangga dekat. Rumah mereka dipisah oleh jalan desa yang tidak terlalu lebar, hanya cukup untuk simpangan dua mobil yang berlawanan. Kedua orang itu memiliki sifat yang berbeda. Si pembuat gentong, walaupun hidupnya berkecukupan, namun suka menolong, ramah,
dan rendah hati. Sedangkan si penjual daging adalah orang yang kaya, namun kikir lagi sombong. Ia suka memamerkan hartanya. Maka tidaklah mengherankan jika seluruh warga desa itu sangat menyukai pembuat gentong. Sebaliknya, mereka tidak menyukai penjual daging. Setiap hari banyak warga yang datang ke rumah pembuat gentong dengan tujuan yang berbeda-beda. Ada yang datang dengan tujuan untuk minta tolong dan ada juga hanya sekedar silaturahmi biasa. Setiap tamu yang datang ke rumahnya selalu disambut dengan hangat, diberinya hidangan ala kadarnya. Ia tidak membeda-bedakan siapa pun yang datang ke rumahnya, termasuk para peminta-minta. Ia tidak pernah mengusir para peminta yang datang ke rumahnya. Ia tidak melihat kaya miskin, rakyat atau pejabat, semua dianggap sama sebagai tamu yang wajib dihormati. Keadaan ini membuat penjual daging heran, mengapa seluruh warga sangat menghormati pembuat gentong. Mengapa mereka tidak hormat kepadaku yang lebih kaya. Dari situlah muncul niat jahatnya untuk menganiaya pembuat gentong. Penjual daging yang sebelumnya baik kepada pembuat gentong menjadi benci kepadanya. Maka untuk melaksanakan niatnya, penjual daging menyuruh tiga orang laki-laki pemburu bayaran untuk menculik pembuat gentong. Pada suatu malam ketika pembuat gentong sedang tidur nyenyak, tiba-tiba datanglah tiga orang yang berpakaian hitam dan memakai penutup kepala. Ketiga orang tersebut berusaha masuk rumah pembuat gentong.
Begitu mendengar langkah kaki manusia, pembuat gentong terbangun. Kemudian ia langsung keluar rumah dan bertemu dengan ketiga orang laki-laki tersebut. “Siapakah kamu dan apakah tujuanmu datang ke rumahku?” tanya pembuat gentong. Salah satu dari mereka menjawab, “Kami bertiga ingin menculikmu.” Pembuat gentong bertanya lagi, “Siapa yang menyuruhmu?” Mereka tidak menjawab dan langsung menangkap pembuat gentong. Dengan sigap pembuat gentong melakukan perlawanan. Perkelahian antara pembuat gentong dengan ketiga orang laki-laki itu pun tak terhindarkan. Ternyata pembuat gentong itu adalah seorang pesilat. Ia dengan mudah dapat mengalahkan penjahat itu satu per satu. Mereka bertiga bertekuk lutut di hadapan pembuat gentong. Mereka mengakui kalau disuruh oleh penjual daging yang tidak lain adalah tetangganya sendiri. Ternyata, ketiga penjahat tadi adalah adik seperguruan pembuat gentong. Dulu, pembuat gentong pada waktu mudanya pernah belajar silat pada sebuah perguruan silat, Pagar Diri namanya. Bahkan ia pernah dipercaya oleh gurunya untuk melatih murid-murid baru. Kemudian setelah dirasa cukup, ia kembali ke kampungnya untuk mengabdikan ilmunya di masyarakat. Ia bekerja sebagai pembuat gentong adalah melanjutkan usaha yang
telah lama dirintis oleh kedua orang tuanya. Pembuat gentong sangat menyesal, mengapa adik seperguruannya terlibat dalam tindak kejahatan, bukannya membela kebenaran dan keadilan sebagaimana dijanjikan dulu saat lulus dari perguruan silat tersebut. Ketiga penjahat tadi diajak masuk ke rumah, lalu diberinya makan dan minum serta diberi nasihat agar kembali ke jalan yang benar. Akhirnya ketiga orang laki-laki itu sadar kembali dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan jahatnya lagi. Keesokan harinya, penjual daging terkejut ketika melihat pembuat gentong sedang bekerja di sebuah gudang kecil miliknya yang berada di samping rumahnya. Dalam hati ia berkata, "Bukankah tadi malam ia sudah diculik? Mengapa dia masih ada di rumah dan sedang bekerja, jangan-jangan ketiga penjahat itu telah mengkhianatiku. Atau mereka kalah berkelahi dengan pembuat gentong.” Para penjahat itu tidak memberitahu penjual daging kalau usahanya gagal, padahal mereka telah dibayar mahal untuk menculik pembuat gentong tersebut. Tiba-tiba kepala penjual daging itu terasa pusing, badannya lemas dan akhirnya terjatuh tak sadarkan diri. Ia terbangun ketika sudah ada di rumah sakit. Menurut dokter penyakit jantungnya kambuh. Ia harus dirawat di rumah sakit selama satu bulan. Dokter menasihati untuk banyak istirahat dan tidak boleh banyak pikiran. Begitu mendengar tetangganya sakit, pembuat gentong langsung menjenguknya, bahkan ia adalah orang yang pertama kali menjenguknya. Setelah sampai di depan pintu kamar penjual daging dirawat, pembuat gentong mengetuk pintu tiga kali. Setelah dipersilahkan masuk, pembuat gentong dan istrinya pun masuk kamar perawatan. Di dalam ruang tersebut, penjual daging ditemani suami dan kedua anaknya. Begitu melihat pembuat gentong menjenguk dirinya, ia dan keluarganya terkejut bukan main, sebab orang yang selama ini dibuatnya sakit dan menderita begitu baik. Bahkan ia pun tidak bisa menyembunyikan penyesalannya Penjual daging itu langsung menangis dan meminta maaf. Penjual daging akhirnya sadar kalau
perbuatannya selama ini tidak benar. Sejak saat itu, penjual daging menjadi orang yang baik, suka menolong, rendah hati. Sebagian hartanya ia sumbangkan untuk kepentingan umum seperti pembangunan gedung sekolah, pembangunan jalan, dan panti asuhan. Semua warga masyarakat pun senang dan hormat kepada penjual daging dan keluarganya.
Intisari dari cerita diatas diantaranya:
1. Jika kita ingin dihormati oleh orang lain hendaklah kita belajar hormat kepada mereka. Sebaliknya, jika kita tidak ingin dihina oleh orang lain hendaklah kita belajar untuk tidak menghina mereka.

2. Jika diberi kelebihan harta hendaklah sebagian kita belanjakan untuk kepentingan umum seperti membangun jalan, membantu orang miskin, menyantuni anak yatim, membangun sarana ibadah
dan pendidikan, dan lain-lain.

3. Sikap iri terhadap kebaikan dan kesenangan yang diperoleh orang lain hanya akan membawa kepada kesengsaraan lahir dan batin. Untuk urusan harta benda dan tahta hendaklah melihat orang yang ada di bawah.

KOMENTAR



Share

KOTAK BERBAGI

5 ARTIKEL TERBARU
PENERIMAAN SISWA BARU T.P. 2011 / 2012...

SMA AL-ASIYAH MENERIMA SISWA BARU T.P. 2011 / 2012

PENDAFTARAN DIMULAI PADA BULAN APRIL 2011

Sekretariat Pendaftaran :

 Jln. Raya Jakarta - ....Selengkapnya

Pembuat Gentong & Penjual Daging
Sesuatu Yang Lebih Disukai Belum Tentu Yang Terbaik
Guru Teladan Dari Bogor
Prestasi siswa

5 ARTIKEL TERPOPULER
Prestasi siswa ...

pemakaian/penggunaan, pengamatan dan pembuatan ,semua lengkap ada disini.Siswa nantinya akan dapat menciptakan produk sendiri berupa software baik berupa Website ataupun Software Application berbas....Selengkapnya

Guru Teladan Dari Bogor
PENERIMAAN SISWA BARU T.P. 2011 / 2012
Sesuatu Yang Lebih Disukai Belum Tentu Yang Terbaik
Pembuat Gentong & Penjual Daging